Farah, Alia, Ana
Farah, Alia, Ana
Ghawean Dewe merupakan UMKM yang berdiri sejak 2017 dan bergerak di bidang produksi kerajinan berbasis kain, khususnya batik. Ghawean Dewe memproduksi berbagai produk seperti boneka batik, mukena traveling, tote bag, pakaian anak, dan souvenir. Nama “Ghawean Dewe” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “pekerjaan sendiri”, yang mencerminkan semangat untuk berkarya, mandiri, dan mengembangkan produk lokal.
Boneka Batik, mukena traveling, tote bag, pakaian batik anak, dan souvenir
Ghawean Dewe
Dewi Astuti
2017
57.214.249.5-01.000
0220106691026
Jl. Kramat Kwitang 1B No. 23E, Desa/Kelurahan Kwitang, Kec. Senen, Kota Adm. Jakarta Pusat, provinsi DKI Jakarta 10420
https://ghaweandewe.com/
https://www.instagram.com/ghawean_dewe?igsh=MTJhejBiMmJsam5mYQ==
https://www.tiktok.com/@ghaweandewe
Ghawean Dewe merupakan UMKM yang berdiri sejak 2017 dan bergerak di bidang produksi kerajinan berbasis kain, khususnya batik. Ghawean Dewe memproduksi berbagai produk seperti boneka batik, mukena traveling, tote bag, pakaian anak, dan souvenir. Nama “Ghawean Dewe” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “pekerjaan sendiri”, yang mencerminkan semangat untuk berkarya, mandiri, dan mengembangkan produk lokal.
Boneka Batik Ghawean Dewe merupakan boneka handmade yang dibuat menggunakan kain batik Indonesia dan diisi dengan dakron yang lembut. Setiap boneka dibuat dengan proses jahit yang rapi dan mengutamakan kualitas, sehingga memiliki karakter yang unik serta tidak hanya berfungsi sebagai mainan, tetapi juga dapat menjadi hadiah, souvenir, dan dekorasi. Boneka ini menggabungkan kreativitas dengan kekayaan budaya batik Indonesia dalam bentuk yang lebih modern dan menarik. Desainnya dapat dikembangkan sesuai kebutuhan, sehingga cocok untuk hadiah ulang tahun, souvenir pernikahan, oleh-oleh, maupun kebutuhan corporate gift.
Ghawean Dewe secara aktif mengikuti berbagai kegiatan pameran dalam negeri sebagai sarana untuk memperkenalkan produk boneka batik dan produk kerajinan lainnya kepada masyarakat yang lebih luas. Kegiatan pameran juga dimanfaatkan untuk membangun jaringan dengan calon pelanggan, mitra usaha, komunitas, serta pelaku UMKM lainnya. Melalui keikutsertaan dalam pameran, Ghawean Dewe mendapatkan kesempatan untuk memperkuat branding, menerima masukan dari konsumen, memperluas pasar, dan membuka peluang kerja sama maupun penjualan dalam skala yang lebih besar.
Ghawean Dewe mengikuti kegiatan pameran dan promosi produk di luar negeri sebagai upaya memperkenalkan produk kerajinan berbasis batik Indonesia ke pasar internasional. Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan boneka batik dan produk lainnya kepada calon pembeli, mitra, serta pelaku usaha dari berbagai negara. Selain memperluas jangkauan pasar, kegiatan pameran luar negeri juga menjadi sarana untuk membangun jejaring bisnis, memperoleh wawasan mengenai kebutuhan pasar global, serta membuka peluang kerja sama dan ekspor bagi produk Ghawean Dewe.
Ghawean Dewe berkomitmen untuk berkontribusi terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kain batik dan material secara lebih bijak dalam proses produksi. Sisa bahan kain yang masih layak digunakan dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk kreatif, sehingga membantu mengurangi limbah tekstil dan meningkatkan nilai guna bahan. Selain aspek lingkungan, Ghawean Dewe juga mendorong kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk yang lebih berkelanjutan serta mengembangkan konsep produksi yang kreatif dan ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan sejalan dengan semangat Ghawean Dewe untuk menciptakan produk bernilai ekonomi sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
Ghawean Dewe telah melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dengan pelaku UMKM, komunitas, instansi, maupun mitra usaha dalam pengembangan produk, promosi, dan pemasaran. Kolaborasi dilakukan melalui kegiatan pameran, pengadaan souvenir dan produk custom, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, Ghawean Dewe dapat memperluas jaringan usaha, meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan variasi produk, serta membuka peluang pasar baru baik di tingkat lokal maupun nasional.
Ghawean Dewe menerapkan prinsip sustainability dalam proses produksi dengan mengoptimalkan penggunaan bahan kain dan memanfaatkan sisa material yang masih layak menjadi produk bernilai guna. Pendekatan ini membantu mengurangi limbah kain sekaligus menghasilkan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi dan budaya. Selain itu, proses produksi Ghawean Dewe dilakukan secara handmade dengan melibatkan penjahit dan masyarakat sekitar, khususnya perempuan. Dengan demikian, keberlanjutan tidak hanya diterapkan pada aspek lingkungan, tetapi juga pada aspek sosial melalui penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan keterampilan.
Sepuluh tahun ke depan, saya ingin Ghawean Dewe berkembang menjadi usaha yang lebih besar, profesional, dan dikenal sebagai salah satu brand produk kreatif berbasis budaya Indonesia. Saya berharap produk Ghawean Dewe tidak hanya memiliki pasar nasional, tetapi juga mampu menembus pasar internasional dan membawa batik Indonesia dikenal melalui produk yang kreatif dan bernilai. Saya juga ingin Ghawean Dewe terus memberikan dampak bagi masyarakat dengan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, khususnya bagi perempuan dan generasi muda. Ke depannya, Ghawean Dewe diharapkan dapat tumbuh secara berkelanjutan, memiliki tim dan sistem usaha yang kuat, serta tetap mempertahankan nilai lokal, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari identitas usaha.


