Candidates of 2019, Winner of 2019 / 13.04.2019

  Bertemu dari sebuah keterikatan emosional terhadap kekayaan semesta Nusantara, yang beragam dan berlimpah menjadi dasar pemikiran kami untuk menemukan nilai baru yang pantas diperhitungkan di mata dunia. PALAMylea mengedepankan konsep exotic, simple dan sustainbility di setiap produk yang kami ciptakan. PALAMylea diciptakan khusus bagi anda yang memiliki kepribadian unik...

Candidates of 2019, Winner of 2019 / 11.04.2019

PEMANFAATAN LIMBAH PLASTIK DALAM PERANCANGAN AKSESORI FASHION  Peningkatan jumlah penduduk beriringan dengan aktivitas ekonomi juga peningkatan konsumsi yang pada akhirnya berdampak terhadap jumlah sampah yang dihasilkan. Masyarakat Indonesia gemar menggunakan benda yang bersifat praktis, contohnya minuman dengan kemasan plastik sekali pakai yang berdampak pada jumlah sampah...

Candidates of 2019 / 10.04.2019

Awalnya Henju by Gracy adalah costume jewellery yang dibuat di Jogja pada tahun 2005 oleh Gracy Sondang Marpaung, wanita kelahiran 12 Oktober 1986. Dari hanya hobi, beralih ke bisnis online via Etsy yang lebih serius dengan total pemesanan lebih dari 8000 dari luar Indonesia Di bulan Oktober...

Candidates of 2019 / 08.04.2019

Rilya Krisnawati ,wanita kelahiran Jakarta 22 Augustus 1992 adalah lulus ITB jurusan Interior Design dengan predikat cumlaude. Kariernya dimulai dengan bergabung dengan sebuah perusahaan konsultan interior  di Bali dan karena projectnya jatuh cinta dengan material logam dan aksesories. Selanjutnya Rilya bergabung dengan tim interior DULUX...

Candidates of 2019 / 26.03.2019

Yanto Cokro lebih dikenal dengan Yanto Chow kelahiran 19 Desember 1980 menempuh pendiidkan S1 di Teknik Industri Universitas Indonesia Esa Unggul lulus 2002. Jiwa entreprenuernya sudah terasah sejak tahun 1996. Memulai perjalanan karir dengan menjadi guru privat untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya. sambil mengisi kekosongan waktu juga...

Candidates of 2019 / 26.03.2019

Koja itu adalah salah satu tempat (tas) untuk mebawa barang bawaan masyarakat baduy luar & dalam yang di boleh kan oleh adat istiadat karna itu terbuat dari bahan alami dari kulit kayu dan hasil dari alam yang kami jaga selama ini. Sudah di Pakai sejak...

Candidates of 2019 / 26.03.2019

Pada tahun 2014, Marwan Eka Fadillah selaku founder Grootwatch,melihat di kota Bandung sedang trend anak mudayang memiliki bisnis dan produk yang unik. Terutama produkdengan material kayu. Dari sinilah Marwan membuat konsepdan melakukan riset selama satu tahun untuk membuat produkyang ramah lingkungan, serta terbuat dari bahan yang tidakpunya nilai jual tinggi menjadi produk yang mempunyai nilaijual tinggi. Inspirasiuntuk membuat produk dengan material tulang sapi, yaitu pada saatmenghadiri salah satu pasar seni yang diadakan di kota Bandung. Pada pasar seni tersebut adakerajinan tulang yang di perjual belikan, berupa kalung danpernak-pernik biasa. Itu pun di jual dengan harga sangatmurah.Akhirnya, Marwan memilih untuk memanfaatkanmaterial limbah tulang sapi untuk di jadikan bahan bakupembuatan jam tangan yang diberi merek “Groot”. Di bantukeempat temannya yaitu Rizky, Dimas, Dale, dan Dika, Marwanmulai mengembangkan produk jam tangan ini pada tahun 2015. Selain ingin membuat produk yang memiliki nilai yang tinggi. kami juga ingin memberdayakan para pengrajin tulangyang sudah mulai tidak diminati oleh generasi keduanya. Berawal dari kedekatan dengan pengrajin saat riset pembuatanjam tangan, dari sanalah marwan bersama teman temannyatermotivasi untuk membantu dan memberdayakan parapengrajin tulang dan maju bersama para pengrajin tulang. Sehingga, mungkin di masa yang akan datang dapatmengajarkan orang lain yang tidak ada keahlian dalam kerajinantulang menjadi memiliki skill dalam kerajinan tulang. Cita-cita perusahaan Grootwatch adalah inginmengembangkan lebih jauh produk produk yang di buat denganbahan dasar tulang. Saat ini groot sendiri telah memilikibeberapa macam produk yang di buat dengan material bervariasitanpa menghilangkan identitasGroot itu sendiri. Seperti, membuat jam tangan dengan material tanduk kerbau dan adajuga dari tanduk domba. Selain membuat jam tangan, Groot juga akanmengembangkan produk nya ke segmen berbeda seperti,aksesoris, cincin, kaca mata, dan masih banyak lagi. Dan tidakmenutup kemungkinan membuat produk produk di luar dariproduk fashion. Namun tetap menjaga kualitas, desain, dankebutuhan dan tren konsumen saat ini. ASMAT Asmat series merupakan seri jam tangan pertama yang dikeluarkan oleh groot. Dengan memanfaatkan limbah tulang sapi.Kami membuat sebuah produk dengan menggabungkanpemanfaatan material limbah yang tidak terpakai dan inovasimodern dalam bentuk produk lifestyle. Warna alami putih tulangpada tipe asmat ini, menggambarkan keindahan alam nusantarakhususnya papua, yang masih alami. Sehingga memberikanvalue tersendiri pada produk ini. GANTYA Gantya series merupakan seri jam dari groot yang berbahandasar tanduk domba, material yang terkenal kuat dan kaya akannilai budaya ini di olah menjadi sebuah produk jam tanganbernilai tinggi. Dengan unsure DNA yang berbeda yang berbedadi setiap tanduk, maka setiap jam dari seri ini akan memilikicorak yang berbeda dengan keunikannya masing-masing. Sehingga memberikan kesan personal bagi pemiliknya....

Candidates of 2019 / 25.03.2019

Eksperimen dimulai tahun 2015 dari masalah sampah plastik yang menumpuk di kost ketika kuliah, kemudian berfikir bagaimana dengan masalah plastic di tempat lain, sampah di Indonesia. Lalu Mencoba menghasilkan produk yang lebih bernilai dibandingkan produk upcycle yang banyak dibuat. Setelah berhasil menciptakan produk yang masih menggunakan...

Candidates of 2019 / 14.03.2019

KERTABUMI adalah start up social yang  berbasis komunitas, yang berinovasi untuk  mencari solusi lain dalam permasalah  sampah di Indonesia. KERTABUMI dibangun oleh Ikbal  Alexander di tahun 2017, bermula dari keinginannya untuk menanggulangi sampah di sekitar rumahnya dan sekarang  sudah menciptakan lebih dari 100 produk  daur ulang. KERTABUMI...